Bimbingan Konseling Pribadi Sosial

self improvement…caring others…loving God (LoGos SEFT)

Konsep dan Makna Bimbingan Pribadi Sosial

Pada hakekatnya pendidikan merupakan proses tranfomasi sistem nilai kepada diri individu yang sedang belajar dengan tujuan untuk membentuk pribadi individu mandiri, kreatif, produktif, bermoral dan religius. Untuk itu, dalam proses pendidikan diperlukan suatu upaya yang dilakukan atas landasan pemahaman terhadap pribadi siswa. Bimbingan adalah upaya untuk membantu perkembangan pribadi murid secara optimal dengan melihat segala potensi yang dimiliki oleh siswa.

Di Indonesia layanan bimbingan dan konseling di sekolah telah berkembang cukup lama. Hal ini merupakan komitmen para pengelola dan pelaksana pendidikan terhadap tujuan pendidikan yang diharapkan, yaitu membentuk dan mengembangkan pribadi siswa secara optimal dan utuh. Pribadi yang utuh ialah yang : (1) beriman dan bertaqwa pada Tuhan Yang Maha Esa; (2) berbudi pekerti luhur; (3) memiliki pengetahuan dan keterampilan; (4) memiliki kesehatan jasmani dan rohani; (5) memiliki kepribadian yang mantap dan mandiri; dan (6) memiliki rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan (Depdikbud, 1992: 7)
Tujuan pendidikan sejalan dengan konsep bimbingan dan konseling yang berupaya untuk memandirikan individu sehingga dapat berkembang secara optimal serta untuk membantu membuat keputusan dan memecahkan masalah. Berkenaan dengan pemecahan masalah, masalah individu ada yang bersifat pribadi dan sosial. Atas alasan inilah perlunya diberikan bimbingan pribadi-sosial.

Pada saat-saat tertentu terkadang individu mengalami kesulitan atau masalah dalam hubungannya dengan individu lain atau dengan lingkungan sosialnya. Masalah ini dapat timbul karena individu kurang mampu berhubungan dengan lingkungan sosialnya atau lingkungan sosial itu sendiri yang kurang sesuai dengan keadaan dirinya. Misalnya kesulitan untuk mengetahui jati dirinya sendiri, kesulitan dalam persahabatan, mencari teman, merasa terasing dalam kelompok, kesulitan mengikuti nilai atau norma yang ada, kesulitan penyesuaian diri, kesulitan menghadapi situasi sosial yang baru, dan kesulitan menghadapi konflik.

Ada beberapa macam jenis bimbingan untuk membantu menghadapi permasalahan individu, diantaranya adalah bimbingan pribadi sosial selain bimbingan belajar dan bimbingan karir. Bimbingan pribadi sosial merupakan jenis bimbingan untuk membantu individu mengatasi masalah-masalah yang bersifat pribadi sebagai akibat kekurangmampuan individu dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya
Selanjutnya dapat dirumuskan konsep bimbingan pribadi-sosial Depdikbud, (1994;4) menyatakan bahwa bimbingan pribadi-sosial merupakan bimbingan yang diberikan oleh petugas bimbingan kepada individu agar dapat mencapai tujuan dan tugas perkembangan pribadi-sosial dalam mewujudkan pribadi yang mampu bersosialisasi dan menyesuaikan diri (adaptasi) dengan lingkungan secara baik.

Menurut Surya (1988: 47) bimbingan pribadi-sosial merupakan bimbingan dalam menghadapi dan memecahkan masalah-masalah pribadi-sosial, seperti masalah pergaulan, penyelesaian konflik, penyesuaian diri dan sebagainya.
Menurut Winkel (1991: 124) bimbingan pribadi-sosial merupakan proses bantuan yang menyangkut keadaan batinnya sendiri, kejasminian sendiri, dan menyangkut hubungan dengan orang lain.
Relevan dengan konsep-konsep diatas (Djumhur dan Surya) menyatakan bimbingan pribadi-sosial (personal guidance) merupakan bimbingan untuk membantu individu mengatasi masalah yang bersifat pribadi-sosial, sedangkan bimbingan sosial (social guidance) merupakan bimbingan yang bertujuan untuk membantu individu dalam memecahkan dan mengatasi kesulitan-kesulitan dalam masalah sosial, sehingga individu dapat menyesuaikan diri secara baik dan wajar dalam lingkungan sosialnya.

Merujuk pada konsep bimbingan pribadi sosial di atas, secara khusus Thohari Musnamar; 1992 mengemukakan konsep bimbingan konseling Islami bahwa aktivitas layanan bimbingan dan konseling itu merupakan suatu ibadah kepada Allah SWT. Suatu bantuan kepada orang lain, termasuk layanan bimbingan dan konseling, dalam ajaran Islam dihitung sebagai suatu sedekah. Dalam hal ini Nabi Muhammad SAW bersabda: ”Tiap muslim wajib bersedekah. Sahabat bertanya: ”Jika tak dapat?” Jawab Nabi: ”Bekerja dengan tangannya yang berguna bagi dirinya dan bersedekah”. Sahabat bertanya: ”Jika tak dapat?” Jawab Nabi SAW: ”Membantu orang yang sangat berhajat.” Sahabat bertanya” ”Jika tak dapat? Jawab Nabi: ”Menganjurkan kebaikan.” Sahabat bertanya: ”Jika tak dapat?” Jawab Nabi: ”Menahan diri dari kejahatan, itupun sudah termasuk sedekah.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Bimbingan dan konseling Islami juga didasarkan atas dua sumber. Pertama, sumber Ilahi (Al-Qur’an) dan Sunnah Rasul dan kedua sumber aktivitas akal dan pengalaman manusia. Penggunaan sumber pertama didasarkan atas sabda Rasulullah SAW, dalam sebuah hadits yang berbunyi sebagai berikut: ”Aku tinggalkan kepadamu sesuatu, apabila kamu berpegang teguh kepdanya, niscaya tidak akan tersesat selama-lamanya, yakni Kitabullah dan sunnah Rasul-Nya. (H.R. Ibnu Majah)

Diturunkannya Kitabullah dan sunnah Rasul untuk memacu umat Islam menggunakan akal sebanyak-banyaknya.
Konsep bimbingan dan konseling Islami meyakini adanya kehidupan sesudah mati, sehingga diharapkan agar umat Islam dapat hidup seimbang antara kebahagiaan hidup di dunia dan di akherat. Seorang muslim yang baik selalu berusaha untuk memperoleh ridha dan karunia Allah yang berwujud pahala, dan selalu berusaha menjauhi larangan Allah karena takut akan dosa. Dalam surat Az-Zalzalah ayat 7-8 disebutkan bahwa:
فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ (٧)وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ (٨)
Artinya: 7. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya. 8. Dan Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya pula.

Dengan berlandaskan pada rumusan bimbingan dan konseling Islami maka bimbingan pribadi sosial Islami dirumuskan sebagai berikut.

Bimbingan pribadi sosial Islami adalah proses pemberian bantuan terhadap individu agar dalam hubungan baik intrapersonal maupun interpersonalnya senantiasa selaras dengan ketentuan dan petunjuk Allah, sehingga dapat mencapai kebahagiaan hidup dunia akhirat.

Telah diketahui bahwa bimbingan fokus pada upaya preventif munculnya masalah pada diri seseorang. Dengan demikian bimbingan pribadi sosial Islami merupakan proses untuk membantu seseorang agar: (1) memahami bagaimana ketentuan dan petunjuk Allah tentang hidup bermasyarakat, (2) menghayati ketentuan dan petunjuk tersebut, (3) mau dan mampu menjalankan ketentuan dan petunjuk tersebut. Dengan asumsi yang “haqqul yakin” bahwa ketentuan dan petunjuk Allah pasti memberikan manfaat kepada manusia, diharapkan dengan memahami, menghayati, dan menjalankan petunjuk dan ketentuan Allah bersebut akan terhindarlah manusia dari resiko menghadapi problem-problem kehidupan bermasyarakat.

July 22, 2009 - Posted by | Uncategorized

2 Comments »

  1. Makasih atas tulisannyasehingga menambah literatur kami.

    Comment by Sutirna,M.Pd, | September 3, 2009 | Reply

  2. @ Bpk Sutirna, M.Pd: Sami2… pak. Moga bermanfaat

    Comment by dianasepti | May 7, 2010 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: